Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : iNews Raih Penghargaan Bergengsi di Piala Presiden 2025
Advertisement . Scroll to see content

Industri Media Babak Belur, Jurnalisme Jadi Cahaya di Tengah Gelap

Minggu, 12 April 2026 - 21:08:00 WIB
Industri Media Babak Belur, Jurnalisme Jadi Cahaya di Tengah Gelap
Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wahyu Dhyatmika, saat menjadi narasumber talkshow Pesta Media AJI Jakarta 2026, Minggu (12/4/2026). (Foto: iNews.id/ Yuwantoro Winduajie)
Advertisement . Scroll to see content

Salah satu yang menjadikan jurnalisme unggul di era disrupsi ini kata Wahyu adalah ia menawarkan metode: verifikasi, konfirmasi, dan pertanggungjawaban. 

Ia menyoroti gejala lain: generasi muda yang mulai menjauh dari berita. Bukan karena tak peduli, melainkan karena cara penyampaiannya tak lagi menarik.

Di sisi lain, media kehilangan kendali atas distribusi, menyerahkannya pada platform digital. Audiens menjauh, pendapatan ikut surut. Ditambah lagi, trafik semu dari bot dan AI memperparah tekanan. Masyarakat mencari informasi kini melalui AI.

“Sekarang kan pembaca itu nanya tidak ke mesin pencari tapi ke AI dan AI itu informasinya dari media juga. Ketika informasi itu tidak berhenti sebatas artikel tetapi menjadi data maka publisher punya potensi untuk melisensikan beritanya ke platform AI," kata Wahyu.

"Karena AI selalu butuh informasi baru yang di-update dengan metode baik. Ya, yang melakukan itu pasti jurnalis yang mempunyai kemampuan kapabilitas untuk mengecek ke lapangan,” sambungnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut