Diplomasi Selat Malaka: Memaksa Para Pihak Berkonflik Buka Selat Hormuz
Indonesia juga perlu mengangkat isu ini dalam kerangka ASEAN. Dengan menjadikan Selat Malaka sebagai kepentingan bersama kawasan, tekanan diplomatik akan memiliki legitimasi yang lebih kuat.
Ini bukan lagi kepentingan nasional semata, tetapi kepentingan regional yang menyangkut stabilitas ekonomi Asia Tenggara.
Mengubah Geografi Menjadi Kekuatan
Selat Malaka bukan sekadar jalur perdagangan, melainkan aset strategis yang dapat digunakan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan global. Namun kekuatan itu tidak terletak pada tarif, melainkan pada kemampuan mengelola, mengamankan, dan memanfaatkan jalur tersebut secara bijak.
Diplomasi menggunakan Selat Malaka berarti menjadikannya alat untuk mendorong stabilitas, bukan alat untuk mencari keuntungan jangka pendek. Dalam situasi krisis energi global, Indonesia memiliki peluang untuk tampil sebagai penyeimbang. Bukan dengan menutup akses atau memungut biaya sepihak, tetapi dengan menawarkan solusi yang menjaga arus perdagangan tetap berjalan.
Di sinilah ujian sesungguhnya. Apakah Indonesia ingin menjadi pemain taktis yang memanfaatkan momentum, atau menjadi kekuatan strategis yang membentuk arah. Selat Malaka memberikan peluang untuk yang kedua.
Editor: Maria Christina