Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Selat Hormuz Penuh Ranjau, Harga Minyak Bakal Naik sampai Akhir Tahun
Advertisement . Scroll to see content

Diplomasi Selat Malaka: Memaksa Para Pihak Berkonflik Buka Selat Hormuz

Senin, 27 April 2026 - 09:09:00 WIB
Diplomasi Selat Malaka: Memaksa Para Pihak Berkonflik Buka Selat Hormuz
Selat Hormuz (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

Harga minyak yang tinggi meningkatkan beban impor sekaligus menekan APBN melalui subsidi energi. Dampaknya langsung terasa pada inflasi, biaya logistik, dan daya beli masyarakat.

Malaysia berada dalam posisi yang sedikit lebih kuat karena memiliki sektor minyak dan gas yang menopang pendapatan negara. Namun keunggulan ini tidak sepenuhnya melindungi dari kenaikan harga. Biaya produksi tetap meningkat dan tekanan inflasi tetap muncul.

ASEAN secara keseluruhan menghadapi dilema yang sama. Ketergantungan tinggi terhadap impor energi membuat kawasan ini rentan terhadap guncangan eksternal. 

Kenaikan harga minyak bukan hanya persoalan energi, tetapi juga stabilitas ekonomi dan sosial. Dalam konteks ini, setiap gangguan di jalur utama seperti Hormuz akan menjalar hingga ke Selat Malaka sebagai jalur distribusi lanjutan.

Selat Malaka dapat dianalogikan sebagai jalan tol utama di tengah situasi darurat. Ketika terjadi kemacetan besar di satu titik, menutup jalan lain untuk menarik tarif justru memperparah krisis. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut