Boni Hargens: RI Sudah Diversifikasi Impor Minyak, Selat Hormuz Ditutup Tak Masalah
JAKARTA, iNews.id - Ketegangan di kawasan Selat Hormuz dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas energi global, termasuk Indonesia. Namun, dampaknya diyakini tidak akan sampai menimbulkan krisis serius di dalam negeri.
Pengamat politik Boni Hargens mengatakan, kekhawatiran terhadap aksesibilitas Selat Hormuz cukup beralasan mengingat perannya sebagai jalur vital perdagangan dunia.
“Selat Hormuz sekitar 20 persen perdagangan dunia lewat selat itu, Asia dan Eropa terdampak otomatis,” ujar Boni dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Perang Iran dan Ancaman Krisis, Benarkah?' di iNews, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, gangguan di jalur tersebut dapat memicu kenaikan harga minyak global yang pada akhirnya memberi tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Harga Batu Bara Naik 35 Persen, Said Didu Sebut Indonesia Bisa Raup Untung di Tengah Konflik
“Kenaikan harga minyak di dunia itu berdampak terhadap APBN, tekanan fiskal muncul,” katanya.
Dia menjelaskan, tekanan fiskal tersebut bukan tanpa dasar. Setiap kenaikan harga minyak dunia akan berdampak signifikan terhadap keuangan negara.
Pakar Ekonomi Ingatkan Ancaman PHK jika Perang Iran Ganggu Pasokan Industri