Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Eks Menkeu Fuad Bawazier Yakin RI Belum Krisis Minyak: Tak Perlu Antre BBM
Advertisement . Scroll to see content

Boni Hargens: RI Sudah Diversifikasi Impor Minyak, Selat Hormuz Ditutup Tak Masalah

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:06:00 WIB
Boni Hargens: RI Sudah Diversifikasi Impor Minyak, Selat Hormuz Ditutup Tak Masalah
Pengamat politik Boni Hargens. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketegangan di kawasan Selat Hormuz dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas energi global, termasuk Indonesia. Namun, dampaknya diyakini tidak akan sampai menimbulkan krisis serius di dalam negeri.

Pengamat politik Boni Hargens mengatakan, kekhawatiran terhadap aksesibilitas Selat Hormuz cukup beralasan mengingat perannya sebagai jalur vital perdagangan dunia.

“Selat Hormuz sekitar 20 persen perdagangan dunia lewat selat itu, Asia dan Eropa terdampak otomatis,” ujar Boni dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Perang Iran dan Ancaman Krisis, Benarkah?' di iNews, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, gangguan di jalur tersebut dapat memicu kenaikan harga minyak global yang pada akhirnya memberi tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kenaikan harga minyak di dunia itu berdampak terhadap APBN, tekanan fiskal muncul,” katanya.

Dia menjelaskan, tekanan fiskal tersebut bukan tanpa dasar. Setiap kenaikan harga minyak dunia akan berdampak signifikan terhadap keuangan negara.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut