Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jaga Defisit APBN, Ekonom Usul Realokasi Anggaran Ketimbang Naikkan Harga BBM
Advertisement . Scroll to see content

Said Didu Ungkap Krisis Energi Justru Berkah bagi Indonesia: Pendapatan Negara Naik

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:03:00 WIB
Said Didu Ungkap Krisis Energi Justru Berkah bagi Indonesia: Pendapatan Negara Naik
Analis kebijakan publik Said Didu. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Analis kebijakan publik Said Didu buka suara soal krisis energi yang melanda dunia akibat perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Dia menilai kondisi itu justru membawa keberkahan bagi Indonesia. 

"Saya menyatakan justru krisis ini berkahnya ke Indonesia lebih besar," ujar Said Didu dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Perang Iran dan Ancaman Krisis, Benarkah?' di iNews, Selasa (31/3/2026).

Dia memaparkan, Indonesia mampu memproduksi minyak sekitar 540.000 barel per hari. Menurut dia, kenaikan harga minyak dunia yang mencapai 50 dolar AS per barel justru menambah pendapatan negara menjadi Rp390 miliar.

Angka tersebut, kata dia, dapat menambal beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mencapai sekitar Rp370 miliar. Bahkan setelah dikurangi, pemerintah untung Rp20 miliar.

"Minyak kita memproduksinya 540.000 barel per hari, kalau naik 50 dolar artinya ada penambahan pendapatan Rpp390 miliar per hari. Nah, subsidi BBM itu dengan gas melon itu hanya setahun kalau dimasukkan kompensasi hanya Rp370 miliar per hari, artinya surplus. Saya membatasi terhadap subsidi saja," tutur dia.

Selain itu, kata dia, harga batu bara sejak perang di Timur Tengah meletus naik sekitar 35 persen. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut