Harga Batu Bara Naik 35 Persen, Said Didu Sebut Indonesia Bisa Raup Untung di Tengah Konflik
JAKARTA, iNews.id - Kenaikan harga energi global akibat perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran dinilai memberikan peluang ekonomi bagi Indonesia. Analis kebijakan publik Said Didu menyebut lonjakan harga komoditas energi dapat meningkatkan pendapatan negara.
"Saya menyatakan justru krisis ini berkahnya ke Indoensia lebih besar," ujar Said Didu dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Perang Iran dan Ancaman Krisis, Benarkah?' di iNews, Selasa (31/3/2026).
Dia mengatakan salah satu komoditas yang mengalami kenaikan signifikan adalah batu bara. Harga batu bara dunia dilaporkan meningkat sekitar 35 persen sejak konflik di Timur Tengah memanas.
Sebagai negara produsen batu bara besar, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk memperoleh tambahan pendapatan. Kenaikan harga tersebut dapat dimanfaatkan melalui peningkatan produksi nasional.
Iran Ingatkan AS Pernah Kalah Perang Darat Sebelumnya: Tindakan Bunuh Diri!
Dia menilai pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan pembatasan produksi batu bara yang sebelumnya dilakukan. Jika produksi kembali ditingkatkan, penerimaan negara dari sektor energi juga akan bertambah.
"Jadi mungkin saja mereka sudah menghitung karena Pak Presiden Prabowo mengurangi produksi batu bara dari hampir 800 juta (ton) menjadi 600 juta (ton). Kalau mau menambah naikkan lagi ke 800 juta, maka pendapatan negara naik," ucap Said Didu.
Pakar Wanti-Wanti Dampak Mengerikan Perang Iran ke Indonesia, Apa Itu?