Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Buku Laku Spiritual Pak Harto Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya hingga Jejak Kejawen
Advertisement . Scroll to see content

20 Contoh Teks Resensi, Lengkap dengan Strukturnya

Kamis, 10 April 2025 - 06:53:00 WIB
20 Contoh Teks Resensi, Lengkap dengan Strukturnya
20 Contoh Teks Resensi  (Foto: Pexels)
Advertisement . Scroll to see content

Evaluasi

Salah satu kekurangan yang dapat ditemukan dalam buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat adalah pandangan-pandangan yang disampaikan oleh Mark Manson bisa jadi kontroversial bagi sebagian orang.

Seni bersikap bodo amat dan penekanan pada kepuasan diri sendiri dapat dianggap sebagai sudut pandang yang egois atau tidak bertanggung jawab bagi beberapa pembaca. Beberapa orang mungkin tidak setuju dengan pandangan-pandangannya yang mencabut beban tanggung jawab dan menempatkan kebahagiaan individu di atas segalanya.

Namun,  buku ini tetap layak untuk menjadi salah satu buku pengembangan diri terbaik di abad ini karena menawarkan perspektif yang berbeda, menarik, dan menyegarkan.

12. Contoh Resensi Cerpen berjudul “Senyum Karyamin”

Identitas

Judul : “Senyum Karyamin”

Pengarang: Ahmad Tohari

Jumlah Halaman : 71 halaman

Penerbit: Kompas Gramedia

Tahun Publikasi: 2013

Orientasi

‘Senyum Karyamin’ mengandung konflik seperti harga diri, kepedulian, kekhawatiran, kesemena-menaan, keputusasaan, dan toleransi. Dan semua itu adalah realitas atas kehidupan manusia. Meskipun cetakan pertamanya ditulis tahun 1989, namun nilai yang dibawa masih relevan hingga zaman sekarang. Cerpen ini mengangkat kehidupan warga pedesaan.

Sinopsis

Bercerita tentang seorang pemuda pengangkat batu kali yang bernama Karyamin. Karyamin dan kawan-kawannya setiap hari harus mengangkat batu dari sungai ke pangkalan material. Kesewenang-wenangan para tengkulak mempermainkan harga batu membuat kehidupan Karyamin dan kawan-kawannya tak menjauh dari kemiskinan dan kelaparan. Para pengumpul batu itu senang mencari hiburan dengan menertawakan diri mereka sendiri. Itu adalah cara mereka untuk bertahan hidup. “Bagi mereka, tawa atau senyum sama-sama sah sebagai perlindungan terakhir. Tawa dan senyum bagi mereka adalah simbol kemenangan terhadap tengkulak, terhadap rendahnya harga batu, atau terhadap licinnya tanjakan.”

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut