Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Laba-Laba Hantu Pertama di Asia Tenggara Ditemukan di Pulau Jawa
Advertisement . Scroll to see content

Menyusuri Jakarta dengan Mesin Waktu, Berwisata ke Masa Batavia

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:15:00 WIB
Menyusuri Jakarta dengan Mesin Waktu, Berwisata ke Masa Batavia
Papan petunjuk di Museum Bahari, Jakarta (foto: iNews.id/Reza Fajri)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Matahari menyengat di atas Menara Syahbandar, kawasan Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Dari lantai atas menara, terlihat pelabuhan Sunda Kelapa yang pernah menjadi pintu masuk internasional ke Batavia, sebutan lama kota Jakarta.

Di atas menara tersebut, Supri, seorang pemandu wisata dari Walk Indies, bercerita tentang Batavia, kota kolonial yang pernah menjadi pusat perdagangan terbesar VOC atau Belanda di Asia. Para peserta berdiri menghadap laut, membayangkan bagaimana ratusan tahun lalu kapal-kapal dagang dari Arab, India, Tiongkok, hingga Eropa memenuhi perairan yang sama sambil membawa rempah-rempah Nusantara bernilai mahal.

Menara Syahbandar menjadi salah satu titik penting dalam sejarah Jakarta. Bangunan itu didirikan sekitar tahun 1839. Pada masa Hindia Belanda, menara tersebut dipakai untuk mengawasi lalu lintas kapal yang keluar masuk pelabuhan Sunda Kelapa.

Dari atas menara itulah petugas syahbandar dahulu mengawasi denyut ekonomi Batavia. Menara setinggi 12 meter yang tampak miring jika dilihat dari luar ini merupakan bangunan "pencakar langit" pertama di Jakarta.

Menara Syahbandar (foto: iNews.id/Reza Fajri)
Menara Syahbandar (foto: iNews.id/Reza Fajri)

Kini, menara itu berdiri tenang di dekat kawasan Kota Tua. Bagi para penikmat sejarah, bangunan tersebut bukan sekadar peninggalan kolonial, melainkan "mesin waktu" untuk memahami bagaimana Jakarta bermula sebagai kota pelabuhan internasional.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut