Keji! Polisi, Istri, dan Ibu Mertua Kompak Siksa Pembantu sampai Tewas Mengenaskan
Jaksa Koh mengatakan, sebagai majikan Piang, Chelvam sepenuhnya menyadari kekejaman yang terjadi di dalam rumahnya.
“Bukti akan ditunjukkan untuk mengungkapkan bahwa Chelvam mengetahui tentang pelecehan sehari-hari terhadap mendiang (Piang) dan bahkan dia sendiri juga mengambil bagian di dalamnya,” ujar jaksa, seperti dikutip The Straits Times, hari ini.
Koh mengatakan, Piang menderita kerusakan fisik yang signifikan dan kekurangan gizi yang mengancam jiwa karena tidak diberi makanan yang cukup oleh Gaiyathiri. “Ini akan terlihat jelas bagi Chelvam—seperti yang dia akui dalam pernyataannya bahwa dia melihat penurunan drastis pada berat badan korban,” ucapnya.
Pesan WhatsApp antara Chelvam dan Gaiyathiri menunjukkan, sang suami juga mendukung istrinya untuk mengurangi makanan Piang sebagai bentuk hukuman kepada si pembantu.
Pada malam tanggal 25 Juli 2016, Piang dianiaya oleh Gaiyathiri dan Prema karena terlalu lamban dalam mencuci pakaian. Keesokan paginya, Gaiyathiri dan Chelvam memeriksanya dan menemukan tubuh korban tidak bergerak algi di lantai. Chelvam kemudian meninggalkan apartemennya untuk pergi bekerja.