Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Bangga Rumah Pendidikan Raih Juara PBB: Digitalisasi Kita Diakui Dunia
Advertisement . Scroll to see content

75 Anak Dibunuh sejak Kudeta Myanmar, Ratusan Lainnya Ditahan Sewenang-wenang

Jumat, 16 Juli 2021 - 20:03:00 WIB
75 Anak Dibunuh sejak Kudeta Myanmar, Ratusan Lainnya Ditahan Sewenang-wenang
PBB mengungkap 75 anak-anak di Myanmar dibunuh sejak kudeta 1 Februari (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Para ahli mengecam keras pembunuhan terhadap anak-anak oleh tentara dan polisi. Bahkan beberapa korban dibunuh di rumah, termasuk anak perempuan 6 tahun di Kota Mandalay yang ditembak perutnya oleh polisi.

Mereka juga mengecam penahanan sewenang-wenang terhadap anak-anak di kantor polisi, penjara, dan pusat tahanan militer. Tentara menyandera anak-anak yang orangtuanya masuk dalam daftar pencarian.

Anak-anak itu ditahan untuk memaksa orangtua mereka datang dan kemudian ditangkap. Salah satu korban adalah perempuan 5 tahun di Mandalay, ayahnya membantu mengorganisasi demonstrasi anti-junta.

Keprihatinan mendalam juga diungkapkan atas minimnya perawatan medis bagi anak-anak serta akses mendapatkan pendidikan. Akses untuk mendapatkan air minum dan makanan bagi anak-anak di perdesaan juga terganggu.

Kantor hak asasi manusia PBB mendapat laporan yang kredibel, pasukan keamanan Myanmar menduduki rumah sakit, sekolah, dan lembaga keagamaan yang kemudian dirusak.

Badan PBB UNICEF mengungkap data, 1 juta anak di Myanmar kehilangan akses untuk mendapatkan vaksin, sementara lebih dari 40.000 tidak bisa menerima perawatan yang dibutuhkan akibat kekurangan gizi yang parah.

"Jika krisis ini berlanjut, seluruh generasi anak-anak berisiko menderita konsekuensi fisik, psikologis, emosional, pendidikan dan ekonomi yang mendalam, menjadikan mereka kehilangan masa depan yang sehat dan produktif," kata Otani.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut