75 Anak Dibunuh sejak Kudeta Myanmar, Ratusan Lainnya Ditahan Sewenang-wenang
JENEWA, iNews.id - Data PBB mengungkap sebanyak 75 anak di Myanmar terbunuh sejak kudetamiliter pada 1 Februari 2021. Selain itu hampir 1.000 anak lainnya disandera atau ditahan secara sewenang-wenang.
Komite hak anak PBB dalam pernyataan, Jumat (16/7/2021) mengungkap, data tersebut didapat dari sumber yang bisa dipercaya. Komite tersebut terdiri dari 18 ahli independen yang bertugas memantau pelaksanaan Konvensi Hak Anak, kesepakatan yang juga ditandatangani Myanmar pada 1991.
Sejak kudeta, demonstrasi pecah di penjuru negeri yang umumnya berakhir dengan bentrokan. Pemerintahan junta mengerahkan tentara dan polisi bersenjata lengkap untuk melawan para demonstran. Pergolakan tak hanya terjadi di kota-kota namun di perbatasan melibatkan kelompok minoritas etnis bersenjata yang mendukung kelompok pro-demokrasi.
"Anak-anak di Myanmar dikepung dan menghadapi bencana yang merenggut korban jiwa akibat kudeta militer. Anak-anak mengalami kekerasan tanpa pandang bulu, penembakan acak, dan penangkapan sewenang-wenang setiap hari," kata ketua komite, Mikiko Otani, dikutip dari AFP.
"Mereka menodongkan senjata ke anak-anak dan hal yang sama terjadi pada orangtua dan saudara mereka," ujarnya, melanjutkan.