Bahaya Makan Mi Instan saat Buka dan Sahur, Jangan Anggap Sepele Ini Dampaknya bagi Kesehatan
Lemak Jenuh dan Kalori Tinggi Picu Obesitas
Mengutip Healthline, satu porsi mi instan mengandung sekitar 43 gram dengan 188 kalori. Meski terasa mengenyangkan, mi instan sangat minim kandungan nutrisi penting seperti protein, serat, vitamin A, vitamin C, vitamin B12, kalsium, magnesium, dan kalium.
5 Manfaat Makan Kurma saat Sahur dan Buka Puasa, Bantu Pencernaan hingga Kembalikan Energi
Selain itu, kandungan antioksidan dan fitokimia dalam mi instan juga sangat rendah. Padahal, zat tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan melindungi sel dari kerusakan.
Jika dikonsumsi berlebihan tanpa diimbangi asupan gizi lain, kalori tinggi dalam mie instan dapat meningkatkan risiko obesitas atau kelebihan berat badan. Tubuh cenderung hanya menyerap kalori tanpa mendapatkan nutrisi esensial yang dibutuhkan.
Gangguan Pencernaan
Bahaya makan mie instan saat sahur dan berbuka juga berkaitan dengan sistem pencernaan. Mi instan diawetkan menggunakan Tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ), zat aditif berbasis minyak bumi yang juga ditemukan dalam produk seperti pernis dan pestisida.
TBHQ dikenal sulit dicerna oleh tubuh. Proses pencernaan yang lebih lama dapat menghambat penyerapan nutrisi dari makanan lain, sehingga tubuh tidak mendapatkan manfaat gizi secara optimal.
Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, sistem pencernaan bisa terganggu dan metabolisme tubuh menjadi tidak seimbang. Apalagi saat bulan Ramadhan, tubuh membutuhkan asupan nutrisi berkualitas untuk menjaga stamina.
Sebab itu, penting untuk lebih bijak dalam memilih menu sahur dan berbuka. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan protein, serat, serta vitamin dan mineral yang cukup jauh lebih dianjurkan dibandingkan menjadikan mie instan sebagai menu utama setiap hari.
Editor: Dani M Dahwilani