Anak yang Punya HP Sendiri Berisiko Alami Gangguan Otak, Dokter Ungkap Alasannya
Selain itu, penggunaan gawai berlebihan juga dikaitkan dengan gangguan konsentrasi dan kesulitan mengelola emosi di kemudian hari. Anak yang terbiasa dengan stimulasi instan dari layar cenderung lebih mudah bosan dan sulit fokus pada aktivitas yang membutuhkan perhatian lebih lama.
Pemerintah Resmi Batasi Anak Main Medsos, Sri Gusni: Langkah Preventif Lindungi Generasi Muda
Ketua Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI dr Fitri Hartanto menambahkan bahwa dampak ini tidak hanya terjadi pada aspek kognitif, tetapi juga emosional.
"Anak membutuhkan pengalaman nyata untuk membangun kemampuan berpikir dan berinteraksi. Jika terlalu banyak terpapar layar, proses itu bisa terhambat," jelasnya.
IDAI bahkan menegaskan bahwa anak di bawah usia dua tahun sebaiknya tidak terpapar gawai sama sekali. Sementara untuk anak yang lebih besar, penggunaan harus dibatasi dan selalu dalam pendampingan orang tua.
Di sisi lain, tidak semua keluarga memiliki kemampuan untuk mengawasi penggunaan gawai anak secara optimal. Kondisi ini membuat kebijakan pembatasan menjadi penting sebagai bentuk perlindungan tambahan.