Melalui workshop ini, segala potensi yang ada akan dikemas sedemikian rupa, sehingga dapat eksis dan tumbuh berkembang, termasuk dalam kondisi pandemi dan pascapandemi.
Dia berharap hal itu dapat betul-betul menggerakkan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di Mataram, sehingga lebih konkret dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Nantinya mereka yang sudah mengikuti workshop akan kami masukkan database sebagai pelaku ekonomi kreatif dan pelaku usaha UMKM yang ada di Kota Mataram. Data-data itu kami pastikan akan kami maintenance dan nantinya menjadi bagian konten dari website kota kreatif Indonesia," ujarnya.
Selain itu, juga akan dihubungkan dengan para pihak yang berkepentingan, terutama di bidang pengembangan fasilitasi akses pembiayaan untuk mendapatkan akses permodalan.
Untuk mengatasi persoalan klasik permodalan, Hariyanto mengaku telah bekerjasama dengan PMN. "Bagi yang sudah bankabel akan dikembangkan lebih lanjut melalui kerja sama Kemenparekraf dengan Bank Rakyat Indonesia," kata dia.