Italia Diminta Tinggalkan Tiki-Taka! Ruud Gullit: Kembali ke DNA Bek Tangguh

Reynaldi Hermawan
Ruud Gullit meminta Italia kembali ke DNA permainan bertahan kuat dan meninggalkan tiki-taka demi mengembalikan kejayaan. (Foto: KNVB)

“Saya tidak bermaksud Anda harus bertahan total, tetapi dulu ada Paolo Maldini di lini belakang, sementara Fabio Cannavaro memenangkan Ballon d'Or untuk Italia. Bertahan itu penting," lanjutnya.

Dia mengkritik tren tim yang memaksakan gaya bermain dari belakang seperti tiki-taka.

“Sekarang semua orang ingin memainkan tiki-taka dari area penalti sendiri, tetapi itu tidak cocok untuk semua orang,” tegasnya.

Sepanjang kariernya, Gullit mencatatkan 178 penampilan di Serie A dengan torehan 62 gol dan 46 assist.

Sebagian besar kariernya dihabiskan bersama AC Milan, sebelum sempat memperkuat Sampdoria dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Chelsea pada 1995.

Selama berseragam Milan, dia meraih tiga gelar Serie A, dua Liga Champions, dua Piala Super Eropa, satu Piala Interkontinental, dan dua Supercoppa Italiana.

Dia juga menambah koleksi trofi dengan memenangkan Coppa Italia bersama Sampdoria, memperkuat statusnya sebagai salah satu legenda besar sepak bola Eropa.

Editor : Reynaldi Hermawan
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AC Milan Terbelah soal Pelatih Baru, Arne Slot Masuk Radar

57 tahun lalu

Rafael Leao Pilih Gabung MU, Pengakuannya soal Cristiano Ronaldo Jadi Sorotan

57 tahun lalu

AC Milan Persiapkan Presentasi Khusus untuk Pelatih Baru, Bukan Arne Slot!

57 tahun lalu

Rafael Leao Kirim Sinyal Perpisahan, Siap Tinggalkan AC Milan setelah Ukir Sejarah di San Siro

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal