Membaca 5 Puisi Umbu Landu Paranggi, dari Apa Ada Angin di Jakarta hingga Ibunda Tercinta

iNews.id
Umbu Landu Paranggi bersama Emha Ainun Nadjib di Bali tahun 2017. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, iNews.id - Kematian penyair legendaris Umbu Landu Paranggi, menjadi duka bagi dunia sastra Indonesia. Penyair berjuluk Presiden Malioboro meninggal dunia dalam usia 77 tahun di Bali, Selasa (6/4/2021), dini hari.⁣

Umbu lahir di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, pada 10 Agustus 1943. Dia juga dikenal sebagai guru bagi para penyair dan sejumlah sastrawan besar Indonesia. 

Alumnus jurusan Sosiatri, Fisipol UGM ini dikenal sebagai Presiden Malioboro karena banyak bergiat di kawasan Malioboro, Yogyakarta itu pada dasawarsa 70-an bersama Persada Studi Klub (PSK).

Umbu kemudian pulang kampung ke Sumba pada tahun 1975. Tiga tahun kemudian, dia menetap di Bali hingga meninggal. 

Semasa hidupnya, Umbu meraih banyak pencapaian dan pengakuan atas sepak terjangnya sebagai penyair. Salah satunya Penghargaan Seni pada tahun 2019 dari Akademi Jakarta. 

Puisi-puisi karya Umbu banyak berbicara tentang spiritualitas. Puisi-pusinya juga mengungkapkan tentang kampung halamannya Sumba, Yogyakarta, dan Bali.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

27 Puisi tentang Ramadhan 2025 yang Mendamaikan Hati

57 tahun lalu

11 Puisi Menyambut Bulan Ramadhan, Menyayat Hati dan Penuh Makna

57 tahun lalu

Sisindiran Sunda, Komunikasi Verbal Unik dengan Pesan Penuh Makna

57 tahun lalu

Puisi Gus Mus Singgung Politik Dinasti, Ganjar: Meluruskan Kondisi yang Bengkok

57 tahun lalu

Biografi Sapardi Djoko Darmono, Penyair Terkenal Indonesia Kelahiran Solo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal