Membaca 5 Puisi Umbu Landu Paranggi, dari Apa Ada Angin di Jakarta hingga Ibunda Tercinta

iNews.id
Umbu Landu Paranggi bersama Emha Ainun Nadjib di Bali tahun 2017. (Foto: Istimewa)

Berikut lima di antara puisi Umbu Landu Paranggi dari sekian banyak karyanya yang dikutip iNews.id dari berbagai sumber, termasuk dari blog umbulanduparanggi:

1. Apa Ada Angin di Jakarta

Apa Ada Angin di Jakarta

Apa ada angin di Jakarta
Seperti dilepas desa Melati
Apa cintaku bisa lagi cari
Akar bukit Wonosari

Yang diam di dasar jiwaku
Terlontar jauh ke sudut kota
Kenangkanlah jua yang celaka
Orang usiran kota raya

Pulanglah ke desa
Membangun esok hari
Kembali ke huma berhati

2.  Di Sebuah Gereja Gunung

Di Sebuah Gereja Gunung

lonceng kecil yang bertalu, memanggil-manggil belainya
di tengah kesunyian, minggu pagi yang cerah
mereka pun berduyunlah ke sana: warga petani dan gembala
dalam dandanan sederhana, bangkit dari kampung, lembah
                                               bukit dan padang-padang sepi
hidup dan kehidupan mereka di tanah warisan, telah terpanggil
dan lonceng gereja lalang di lereng gunung itu menuntun setia
dalam galau kesibukan mereka sehari-hari tak pernah lupa
panggilan minggu: di sini mereka, dalam gereja lalang dan bambu
-- berpadu memanjat doa dan terima kasih bagi kehidupan
-- bagi kebutuhan hari ini, hari depan datanglah ketentraman
-- di antara sesama, pada malapetaka menimpa dunia ini
-- pertikaian peperangan, damailah di surga di bumi ini: mazmur mereka
keyakinan yang telah terpatri, bersemi, tak terikat ruang dan waktu
juga dalam gereja lalang ini, terpencil jauh dan sunyi
jauh dari genteng, kegaduhan listrik serta deru oto
tak mengenal surat kabar, jam radio ataupun televisi
tapi keyakinan, pegangan mereka adalah harapan dan kerinduan yang sama
mentari dan bulan yang bersinar di mana pun --
                                                           dan tuhan mendengar seru doa mereka

3. Doa

Doa

sunyi
bekerjalah
kau
bagi
nyawaku
risau
sunyi bekerjalah
kau bagi
nyawaku risau
sunyi bekerjalah kau
bagi nyawaku risau
sunyi bekerjalah kau bagi nyawaku
risau
risau nyawaku bagi kau bekerjalah
sunyi
risau nyawaku bagi
kau bekerjalah sunyi
risau nyawaku
bagi kau
bekerjalah sunyi
risau
nyawaku
bagi
kau
bekerjalah
sunyi
Kauku

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

27 Puisi tentang Ramadhan 2025 yang Mendamaikan Hati

57 tahun lalu

11 Puisi Menyambut Bulan Ramadhan, Menyayat Hati dan Penuh Makna

57 tahun lalu

Sisindiran Sunda, Komunikasi Verbal Unik dengan Pesan Penuh Makna

57 tahun lalu

Puisi Gus Mus Singgung Politik Dinasti, Ganjar: Meluruskan Kondisi yang Bengkok

57 tahun lalu

Biografi Sapardi Djoko Darmono, Penyair Terkenal Indonesia Kelahiran Solo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal