"Dalam penelitian kami, pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dan menerima hidroksiklorokuin sering mengalami perpanjangan QTc dan efek samping obat," kata peneliti, Christina F Yen.
Penggunaan HCQ pernah diterapkan pada pasien SARS pada 2003 dan data awal menunjukkan obat tersebut efektif melawan virus SARS-CoV-1.
Studi lain penggunaan HCQ melibatkan sejumlah kecil pasien Covid-19 baru-baru ini memang menunjukkan obat antimalaria itu efektif. Namun, penelitian selanjutnya gagal mengonfirmasi hasilnya.
Tim peneliti pun mendesak agar otoritas berhati-hati dan mempertimbangkan kembali sebelum memberikan HCQ kepada pasien Covid-19.