Panjangnya QTc menunjukkan otot jantung membutuhkan waktu milidetik lebih lama dari biasanya untuk berdetak. Kondisi ini dapat menyebabkan aritmia jantung, yang pada gilirannya meningkatkan kemungkinan serangan jantung, stroke, atau kematian.
Dalam studi, tim peneliti melibatkan 90 orang dewasa penderita Covid-19 yang dirawat di rumah sakit di BIDMC antara 1 Maret dan 7 April. Mereka diberi HCQ setidaknya 1 hari.
Lebih dari setengah pasien memiliki sakit bawaan yakni tekanan darah tinggi dan lebih dari 30 persen menderita diabetes.
Sebanyak Tujuh pasien atau 19 persen yang menerima HCQ saja mengalami QTc berkepanjangan yakni 500 milidetik atau lebih dan tiga pasien mengalami perubahan dalam QTc 60 milidetik atau lebih.
Sementara dari 53 pasien yang juga mendapat azithromycin, 21 persen menunjukkan QTc 500 milidetik atau lebih serta 13 persen mengalami perubahan QTc 60 milidetik atau lebih.