Buat Film Pemurnian Air Kapur, Santri asal Gunungkidul Raih Ki Hajar Award

Kismaya Wibowo
Santri asal Gunungkidul, Najwa menunjukkan alat pengolahan air kapur. (Foto: istimewa)

“Kandungan kapur di sini jadi masalah, karena ada lomba saya tertarik melakukan riset,” katanya.

Untuk mengolah air kapur, Najwa menggunakan biji daun kelor, arang aktif, ijuk, pasir pantai dan zeloit. Cara ini terbukti mampu menekan kadar kandungan kapur agar lebih aman dikonsumsi.

Najwa tidak menyangka film yang dia kirimkan masuk 80 besar. Awal bulan Oktober dinobatkan menjadi lima besar dan harus mengikuti webinar dengan Kemedikbud sekaligus wawancara terkait proses produksi film tersebut.

“Saat pengumuman menjadi juara satu dan ini masih konfirmasi pengiriman hadiah,” kata putri sulung pasangan Sugiarto dan Eka Suryanti

Selama menjalani masa BDR, Najwa tetap melaksanakan tugas seperti saat tinggal di pesantren. Pukul 03.30 WIB sudah bangun untuk melaksanakan salat tahajud, dilanjutkan mengaji sampai subuh. Dia juga mengikuti pembelajaran secara online.

“Dalam masa pandemi Covid-19, banyak waktu luang, santri harus berprestasi,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tak Kuat Menanjak, Truk Air Mineral Terjun ke Jurang 15 Meter di Pasaman

57 tahun lalu

3 Konten Kreator Film Pendek Bernuansa SARA dan Asusila Ditetapkan Tersangka

57 tahun lalu

Bikin Film Pendek Berunsur Pornografi dan SARA, 3 Konten Kreator Ditangkap Polisi

57 tahun lalu

BFC Jabarkan Senyuman lewat Film Omnibus Produksi Kota dan Kabupaten Se-Jawa Barat

57 tahun lalu

Benarkah Air Galon Isi Ulang Bahaya bagi Ibu Hamil dan Anak? Ini Penjelasan Praktisi Kesehatan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal