Buat Film Pemurnian Air Kapur, Santri asal Gunungkidul Raih Ki Hajar Award

Kismaya Wibowo
Santri asal Gunungkidul, Najwa menunjukkan alat pengolahan air kapur. (Foto: istimewa)

Dukuh Keruk 2 Eka Suryanti mengatakan persoalan endapan kapur muncul zaman dahulu. Warga berusaha menghilangkan kapur dengan menyaring menggunakan kain kasa. Hasilnya air bening meski endapan kapur masih ditemuakn menempel pada peralatan dapur.

“Sekilas air sudah bersih dan jernih, tapi saat direbus di ceret akan ada endapan kapurnya,” katanya.

Dia berharap kasil riset warganya bisa dikembangkan dan dimanfaatkan warga sekitar. Saat ini warga yang mampu memilih mengonsumsi air mineral pabrikan. Sedangkan air tanah dipakai untuk mencuci dan mandi.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tak Kuat Menanjak, Truk Air Mineral Terjun ke Jurang 15 Meter di Pasaman

57 tahun lalu

3 Konten Kreator Film Pendek Bernuansa SARA dan Asusila Ditetapkan Tersangka

57 tahun lalu

Bikin Film Pendek Berunsur Pornografi dan SARA, 3 Konten Kreator Ditangkap Polisi

57 tahun lalu

BFC Jabarkan Senyuman lewat Film Omnibus Produksi Kota dan Kabupaten Se-Jawa Barat

57 tahun lalu

Benarkah Air Galon Isi Ulang Bahaya bagi Ibu Hamil dan Anak? Ini Penjelasan Praktisi Kesehatan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal