Kepala SD N Gunung Gambar Purno Jayusman mengatakan, ada 26 siswanya yang terkendala jaringan internet. Sekolah ini berada di Kecamatan Ngawen, namun siswanya berada di Kecamatan Nglipar yang tinggal di atas bukit.
“Ini memang menjadi kendala, apalagi tidak semua siswa memiliki hanphone dan sinyalnya juga susah,” katanya.
Sementara itu, seorang guru honorer di Kecamatan Semin, Gunungkidul Pramesti Utami memilih untuk mengajar dengan mendatangi langsung rumah siswanya. Selain banyak yang tidak memiliki handphone, sinyalnya juga susah.
Meski hanya mendapatkan honor Rp150.000 per bulan, dia mendatangi peserta didik dari rumah ke rumah. Langkah ini diambil untuk memastikan siswanya belajar dan paham dengan materi pelajaran.
“Dengan bertemu langsung dan berinteraksi pendidikan lebih mudah,” katanya.