Begini Dilema Belajar Online dan Realita Pendidikan di Pinggiran Gunungkidul

Kismaya Wibowo
Guru Honorer di Gunungkidul, kunjungi siswanya untuk mengikuti kegiatan belajar. (Foto: iNews.id/Kismaya wibowo)

Salah satu orang tua siswa, Sri Maryanti mengatakan, semenjak penerapan belajar dari rumah dirinya harus menyediakan waktu ekstra untuk mengawasi anaknya yang belajar. Bahkan pekerjaan rumah menjadi terbengkalai, karena waktunya habis.

“Tidak hanya boros untuk beli kuota, pekerjaan rumah juga tidak bisa dikerjakan,” kata Sri Maryanti.

Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Semanu, para siswa dipinjami alat komunikasi berupa handy talkie (HT). Guru akan memberikan materi lewat alat ini, dan diakses siswa secara langsung.

“Jangkauan HT ini lebih luas, dan lebih murah untuk kegiatan belajar siswa daripada dengan internet,” kata Kepala MIN 8 Semanu Laily Fauziah.

Kepala Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan penerapan belajar dari rumah diserahkan sesuai kebijakan sekolah. Jika dirasa sekolah masuk dalam zona hijau, dapat mencoba untuk menggelar tatap muka meski harus sesuai dengan anjuran dari pemerintah.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Oknum Guru di Sumedang Diduga Culik Siswi SD 2 Hari, Ditangkap saat Bonceng Korban

57 tahun lalu

Viral! Guru Honorer di Kuningan Syok Namanya Tercatut Pemilik Ferrari Rp4,5 Miliar

57 tahun lalu

Bejat! Oknum Kepala SPPG di Lampung Timur Diduga Cabuli Bocah Perempuan

57 tahun lalu

Guru Honorer Probolinggo Rangkap Jabatan Dibebaskan, Ini Alasan Kejagung

57 tahun lalu

Viral Gaji Guru Honorer di Kupang NTT Rp223.000, Dipotong gegara Efisiensi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal