Beberapa hari kemudian, siswa tersebut demam dan terlihat oleh bibi dan neneknya terdapat memar. Tidak terima dengan kejadian itu, Sularno dilaporkan ke Polsek BTS Ulu.
Mengetahui dirinya dilaporkan ke Polsek BTS Ulu, Sularno langsung meminta maaf baik kepada orang tua maupun langsung ke muridnya tersebut. Namun semuanya tidak membuahkan hasil.
Begitu pun upaya mediasi oleh Ketua PGRI, Raslim bersama tokoh masyarakat, baik di Polsek BTS hingga di Polres Musi Rawas, juga tidak berakhir tidak baik.
Sularno, guru honorer bergaji Rp500.000 dan pelapor merupakan tetangga satu desa. Karena itu, warga lainnya sudah berusaha memberikan pengertian kepada keluarga murid tersebut agar memaafkan Sularno, namun juga tidak berhasil.
Informasinya, yang membuat laporan dan tidak mau berdamai bukan kedua orang tua murid tersebut. Melainkan bibi dan kakeknya, yang merasa malu jika berdamai karena sudah membuat laporan di kantor polisi.