Pengunjuk Rasa Kena Gas Air Mata dan Meriam Air,  8 Orang Tewas 

Umaya Khusniah
Warga Sudan menggelar aksi protes pengambilalihan militer di negara itu. (Foto: Reuters)

KHARTOUM, iNews.id - Unjuk rasa menentang kepemimpinan militer yang merebut kekuasaan delapan bulan lalu berakhir tragis. Sebanyak delapan orang demonstran tewas.

Bahkan petugas  menembakkan gas air mata dan meriam air ke arah demonstran. Aksi unjuk rasa digelar pada Kamis (30/6/2022). Massa tampak makin bertambah pada sore jari dan berbaris menuju istana presiden.

Diperkirakan, kerumunan massa di Khartoum, Omdurman dan Bahri kemarin  setidaknya mencapai puluhan ribu. Ini merupakan aksi unjuk rasa dengan jumlah massa terbesar selama berbulan-bulan. 

Di Omdurman, saksi mata melaporkan pasukan keamanan gas air mata dan tembakan untuk mencegah pengunjuk rasa menyeberang ke Khartoum. Namun tetap ada massa yang berhasil menyeberang.

Protes di ibu kota dan kota-kota lain menandai ulang tahun ketiga demonstrasi besar-besaran selama pemberontakan yang menggulingkan penguasa otokratis lama Omar al-Bashir. Penggulingan itu juga menyebabkan pengaturan pembagian kekuasaan antara kelompok sipil dan militer.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Eksekusi Rumah Adat Tongkonan di Tana Toraja Ricuh, Belasan Orang Luka

57 tahun lalu

Cegah Bentrokan Susulan Pemuda di Makassar, Polisi Ditembaki Petasan

57 tahun lalu

Bentrokan Warga Pecah di Mimika, Polisi Tembakkan Gas Air Mata 

57 tahun lalu

Demo Penambang Timah di Bangka Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

57 tahun lalu

Polda Bali Ungkap Peran 10 Tersangka Demo Ricuh, Bawa Molotov hingga Pungut Peluru Gas Air Mata

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal