Pengunjuk Rasa Kena Gas Air Mata dan Meriam Air,  8 Orang Tewas 

Umaya Khusniah
Warga Sudan menggelar aksi protes pengambilalihan militer di negara itu. (Foto: Reuters)

Oktober lalu, militer yang dipimpin oleh Jenderal Abdel Fattah al-Burhan menggulingkan pemerintah transisi. Hal itu memicu unjuk rasa menuntut tentara mundur dari politik.

Beberapa pengunjuk rasa Kamis membawa spanduk menyerukan keadilan bagi mereka yang tewas dalam demonstrasi sebelumnya. Yang lain meneriakkan, agar Burhan kembali ke barak. 

"Burhan! Burhan! Kembali ke Barak dan serahkan kompi Anda," teriak demonstran. 

30 Juni juga menandai hari Bashir mengambil alih kekuasaan dalam kudeta pada tahun 1989.

"Entah kita pergi ke istana presiden dan menuntut al-Burhan mundur atau kita tidak akan kembali ke rumah," kata seorang mahasiswi berusia 21 tahun yang memprotes di Bahri.

Ini merupakan kali pertama dalam beberapa bulan protes setelah internet dan layanan telepon telah diputus. Setelah pengambilalihan militer, pemadaman internet diperpanjang untuk melemahkan gerakan protes.

Staf di dua perusahaan telekomunikasi sektor swasta Sudan, yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan, pihak berwenang telah memerintahkan mereka untuk menutup internet sekali lagi pada Kamis.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Eksekusi Rumah Adat Tongkonan di Tana Toraja Ricuh, Belasan Orang Luka

57 tahun lalu

Cegah Bentrokan Susulan Pemuda di Makassar, Polisi Ditembaki Petasan

57 tahun lalu

Bentrokan Warga Pecah di Mimika, Polisi Tembakkan Gas Air Mata 

57 tahun lalu

Demo Penambang Timah di Bangka Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

57 tahun lalu

Polda Bali Ungkap Peran 10 Tersangka Demo Ricuh, Bawa Molotov hingga Pungut Peluru Gas Air Mata

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal