Kematian Prada Chandra Gerson, Danpomdan Sebut karena Pembinaan Berlebihan

Subhan Sabu
Berkas perkara seluruh tersangka masing-masing berinisial MT, S, VS, II, I, dan RT telah dilimpahkan ke Oditur Militer IV-18 Manado pada tanggal 23 Agustus 2021.(Foto: Ist)

MANADO, iNews.id – Kematian Prada Chandra Gerson anggota Yonif Raider 715/Motuliato (MTL) dikarenakan pembinaan yang berlebihan. Namun proses pelatihan ini merupakan hal wajar bagi prajurit TNI saat masuk di kesatuan baru.

Danpomdam XIII/Merdeka, Kolonel Cpm R Tri Cahyo, menilai ada kesalahan akibat pembinaan berlebihan yang dilakukan pelatih atau pembina kepada Prada Chandra Gerson.

Prada Chandra Gerson merupakan salah satu dari 87 orang anggota baru yang masuk jajaran Brigade Infanteri 22/Ota Manasa atau Brigif 22/OM Gorontalo.

"Sebelumnya Prada Chandra dan kawan-kawan diterima secara sah kesatuan barunya harus terlebih dahulu dibina dan dilatih serta dikenalkan satuannya itu," kata Kolonel Tri Cahyo, Senin (6/9/2021).

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kronologi Prajurit TNI Tewas Ditembak Sesama Prajurit di Palembang, Berawal dari Cekcok

57 tahun lalu

Prajurit TNI Tewas Ditembak Sesama Prajurit di Palembang, Ini Kata Kapendam Sriwijaya

57 tahun lalu

Prajurit TNI Tewas Diduga Ditembak Rekannya usai Keributan di Tempat Hiburan Malam

57 tahun lalu

Pemakaman Praka Rico Pramudia, Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Diwarnai Isak Tangis

57 tahun lalu

Haru! Momen TNI dan Warga Gotong Royong Evakuasi Jenazah di Nduga Papua

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal