Pasokan reagen baru tiba di Bandara Djalaluddin Gorontalo pada 26 Juli 2021.
"Kendati reagen kami habis, aliran sampel dari dinkes termasuk puskesmas terus masuk. Jadinya ada penumpukan sampel yang harus diuji," katanya.
Ia menjelaskan, BPOM sudah mengurai keterlambatan pengujian tertanggal 21-26 Juli.
Hingga 31 Juli tidak ada lagi sampel sisa tersebut dan hasilnya sudah dilaporkan oleh BPOM ke Dinkes Provinsi Gorontalo.
"Saat ini pengujian sudah berjalan normal, walaupun memang aliran sampel tracing hampir selalu melewati kapasitas pengujian kami. Bahkan tenaga penguji kami bekerja sampai pukul 03.00 pagi di laboratorium," ujarnya.
BPOM berkomitmen untuk memberikan hasil PCR kurang dari 24 jam sejak sampel diterima dari dinkes provinsi, RS Aloei Saboe, RS Ainun Habibie, dan RSUD Otanaha.