Terkait hal itu, Wayang Hadi mengaku untuk sementara akan menutup yayasan yang telah didirikan sejak 1996 lalu.
Kepala Kantor Kemenag Gowa, Amiruddin mengakui belum ada petugasnya yang datang langsung ke Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah.
Dia mengatakan, Kemenag Gowa baru menyusun rencana untuk melakukan koordinasi dan pertemuan dengan pihak yayasan. “Belum. Kita baru mau ke sana (yayasan) untuk klarifikasi dan investigasi,” katanya.
Sebelumnya, Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah, Kabupaten Gowa viral di media sosial setelah MUI Sulsel menyatakan aliran bab kesucian ini sesat.
MUI menyatakan yayasan tersebut diduga melarang santri atau pengikutnya untuk melaksanakan shalat, memakan daging, ikan dan susu.