Jenderal TNI Ini Pernah Jadi Penjudi gegara Gaji Kecil, Berhenti setelah Istri Minta Temui Soekarno

Maria Christina Malau
Letjen TNI (Purn) Kemal Idris. (Foto: Istimewa)

Kemal Idris mengakui, wataknya yang selalu suka terbuka dan kadang-kadang blak-blakan. Bahkan, kalau tidak setuju kepada Soeharto, dia akan menyampaikan kepadanya secara empat mata. 

"Dia tidak suka dikritik di depan forum. Tetapi, bukan berarti Pak Harto tidak suka dikritik. Misalnya di suatu rapat staf saya duduk di dekatnya. Dia menoleh kepada saya. Usai rapat dia memanggil saya," katanya.

Kemal Idris saat itu menjadi Panglima Kopur II/Caduad pada 1964–1965. Dia juga dipercaya menjadi Kepala Staf Kostrad (1965–1967), Panglima Kostrad (1967–1969). Karier terakhirnya menjabat panglima Komando Wilayah Pertahanan IV/Sulawesi (Pangkowilhan) dengan pangkat letnan jenderal pada 1969–1972. Kemal Idris meninggal dalam usia 87 tahun, pada 28 Juli 2010.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sesepuh Pesantren Buntet Cirebon Dukung Penuh Gelar Pahlawan Nasional Soeharto

57 tahun lalu

Nama-Nama 7 Tokoh Asal Jateng Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

57 tahun lalu

Soeharto Disebut Penuhi Syarat jadi Pahlawan Nasional, Ini Respons Mensos

57 tahun lalu

Sejarah Astana Giribangun, Makam Soeharto dan Ibu Tien di Lereng Gunung Lawu Karanganyar

57 tahun lalu

Layakkah Soeharto Jadi Pahlawan Nasional? Ini Analisis Sejarawan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal