Jenderal TNI Ini Pernah Jadi Penjudi gegara Gaji Kecil, Berhenti setelah Istri Minta Temui Soekarno

Maria Christina Malau
Letjen TNI (Purn) Kemal Idris. (Foto: Istimewa)

"Kemal, duduklah. Saya mau bicara. Akhir-akhir ini saya perhatikan kamu marah-marah tanpa sebab. Bahkan kamu suka membentak-bentak. Itu bukan kebiasaan kamu," kata Winoer Idris kepada suaminya.

"Bagaimana saya tidak marah? Masa saya harus hidup dari main judi. Itu kan tidak benar. Keadaan sekarang sudah tidak benar," jawab Kemal Idris.

Mendengar alasannya, Winoer Idris menegurnya dengan keras. Dia menyebut keadaan yang mereka hadapi, hidup susah saat itu, merupakan konsekuensi dari sikap Kemal Idris. 

Winoer Idris melanjutkan, jika memang sudah tidak tahan dengan keadaannya, Kemal Idris harus segera pergi ke Istana menemui Presiden Soekarno.

Kemal Idris diketahui sebagai salah satu yang kurang disukai Soekarno sehingga kariernya tersendat. Ini juga terkait dengan peristiwa 17 Oktober 1952. Saat itu, Kemal Idris yang berpangkat Mayor dan menjabat sebagai Komandan Resimen ke-7 Divisi Siliwangi, pernah mengarahkan moncong meriam ke Istana. 

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sesepuh Pesantren Buntet Cirebon Dukung Penuh Gelar Pahlawan Nasional Soeharto

57 tahun lalu

Nama-Nama 7 Tokoh Asal Jateng Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

57 tahun lalu

Soeharto Disebut Penuhi Syarat jadi Pahlawan Nasional, Ini Respons Mensos

57 tahun lalu

Sejarah Astana Giribangun, Makam Soeharto dan Ibu Tien di Lereng Gunung Lawu Karanganyar

57 tahun lalu

Layakkah Soeharto Jadi Pahlawan Nasional? Ini Analisis Sejarawan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal