Jenderal TNI Ini Pernah Jadi Penjudi gegara Gaji Kecil, Berhenti setelah Istri Minta Temui Soekarno

Maria Christina Malau
Letjen TNI (Purn) Kemal Idris. (Foto: Istimewa)

Kemal Idris yang telah tersadar kemudian mulai mencurahkan perhatian untuk membaca buku mengisi waktu yang kosong. Dia berkeinginan meneruskan studi atas saran teman saya yang menjadi dosen di Seskoad dan Unpar Bandung, bahkan telah diterima di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia (UI).

Lalu suatu hati, sebelum sempat mengikuti kuliah, utusan Soeharto, Kolonel Suwardoyo mendatanginya. Dia mendapat tawaran dari Soeharto yang berpangkat Mayjen dan menjabat Panglima Kostrad, untuk bergabung dengannya. 

"Pak Harto menanyakan apakah Pak Kemal bersedia bergabung ke Kostrad untuk menggantikan kedudukan Brigjen Rukman," kata Suwardoyo.

Kemal Idris tidak langsung menerimanya. Dia masih berang karena dulu dia ingin bergabung ke Kostrad, tapi permintaannya ditolak Soeharto. Meski masih menginginkannya, dia juga tidak langsung percaya mendapat tawaran itu.

"Saya merasa khawatir, jangan-jangan permintaan itu hanya isapan jempol saja," ucapnya. 

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sesepuh Pesantren Buntet Cirebon Dukung Penuh Gelar Pahlawan Nasional Soeharto

57 tahun lalu

Nama-Nama 7 Tokoh Asal Jateng Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

57 tahun lalu

Soeharto Disebut Penuhi Syarat jadi Pahlawan Nasional, Ini Respons Mensos

57 tahun lalu

Sejarah Astana Giribangun, Makam Soeharto dan Ibu Tien di Lereng Gunung Lawu Karanganyar

57 tahun lalu

Layakkah Soeharto Jadi Pahlawan Nasional? Ini Analisis Sejarawan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal