Lalu pada 2 Desember 2018 mereka membantai karyawan PT Istaka Karya. Sebanyak 17 orang tewas sementara empat lainnya hingga kini belum ditemukan akibat ulah mereka.
Selain itu, mereka juga menyerang warga sipil di Kampung Nogolait, Distrik Kenyam, pada pertengahan 2022 lalu. Sebanyak 11 warga sipil meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka.
Donny mengatakan, tak sedikit dari warga yang melarikan diri tersebut kelelahan dan kelaparan dalam perjalanan menuju Kenyam. Sehingga pihaknya menyalurkan bantuan pangan.
"Kami Tim Gabungan Satgas Damai Cartenz harus memberikan bantuan bahan makanan di samping mengevakuasi masyarakat kita yang sudah tua, perempuan dan anak-anak menuju Distrik Kenyam," ujar Donny.
Dia menyebut, perjalanan dari Paro menuju distrik terdekat membutuhkan waktu hingga lima hari dengan berjalan kaki. Sebab, kata dia, Paro selama ini hanya bisa diakses menggunakan transportasi udara.
"Dengan terjadinya aksi pembakaran pesawat maka akses satu-satunya adalah dengan berjalan kaki," kata dia.