Kweiya yang tersesat di hutan mencoba untuk bertahan hidup. Dia membangun rumah kayu sederhana dan berburu. Kulit binatang hasil buruannya dipintal menjadi benang dan berencana untuk membuat sayap dari benang pintalannya.
Setelah Kweiya pergi, ibunya sangat sedih. Adik-adik Kweiya telah menipunya karena telah mengarang cerita kalau Kweiya pergi karena tidak mau tinggal bersama mereka lagi. Ibu Kweiya tidak percaya.
Ibu Kweiya berusaha mencari tahu kebenarannya. Adik bungsu Kweiya yakni Kiara yang menyesal akan perbuatannya, kemudian jujur memberitahukan kepada ibu akan kebenarannya.
”Bu, kak Kweiya tidak meninggalkan kita. Dia dijebak oleh kakak sehingga tersesat di hutan,” ujar Kiara adik Kweiya.
”Benarkah yang kau katakan itu anakku? Kalau begitu ibu harus mencari Kweiya,” jawab ibu Kweiya.