Usulan PSBR Ambon, Pengamat Sosial: Pemkot Pertimbangkan Dampak Psikososial

Antara
Ilustrasi PSBB. (Foto: Istimewa)

Dia mengemukakan tradisi sosiopsikologis itu dipengaruhi struktur kekerabatan, adat-istiadat, dan kebiasaan lembaga masyarakat yang sudah mengakar secara turun-temurun. Misalnya, tradisi-tradisi kunjung mengunjungi bagi orang Ambon sangat tidak bisa dihilangkan.

“Di tengah situasi pandemi seperti ini saja, ketika ada yang datang ke rumah dan kita tidak mau bersalaman, mereka sudah menganggap kita menuduh mereka terkena corona," katanya.

Paulus menilai, dalam dua bulan ini dampak Covid-19 secara psikososial di Ambon sudah terlihat. Terutama setelah adanya imbauan pemerintah daerah agar masyarakat tetap berada di rumah. Selain itu juga adanya tekanan di media massa dan informasi-informasi hoaks.

Ketidaksiapan mental masyarakat untuk menerima pembatasan sosial tersebut memicu beberapa fenomena dan peristiwa yang tidak terduga. Misalnya, kasus bunuh diri hingga isu perdukunan yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Akhirnya warga di beberapa wilayah di Ambon memberlakukan jam malam bukan hanya untuk antisipasi Covid-19, melainkan sebab isu tersebut.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Terkini M 5,0 Guncang Tanimbar Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Polisi Gagalkan Penyelundupan 38 Satwa Dilindungi di Probolinggo, ABK Ditangkap

57 tahun lalu

Gempa Hari Magnitudo 5,3 Guncang Tanimbar Maluku, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Seram Bagian Timur Maluku, Tak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Aleg Perindo Welhelm Kurnala Siapkan Ambulans Laut Atasi Keterbatasan Akses Medis di Aru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal