AMBON, iNews.id – Usulan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Regional (PSBR) di Kota Ambon, Provinsi Maluku, nyatanya memancing pendapat berbagai pengamat. Salah satunya pengamat sosial dari Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Paulus Koritelu.
Menurutnya, penerapan PSBR harus mempertimbangkan dampak psikososial bagi masyarakat setempat. Pemkot Ambon diminta jangan hanya terkait persiapan fisik.
“Tujuannya bagaimana agar mereka bisa secara sadar menerima kebijakan itu," katanya di Ambon, Kamis (30/4/2020).
Paulus Koritelu yang juga dosen sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon itu, mengatakan penerapan PSBR akan menimbulkan dampak psikososial yang besar bagi masyarakat. Hal ini menurutnya akan sulit dikendalikan.
Secara kultur, orang Ambon maupun Maluku secara luas memiliki tradisi sosiopsikologis yang kuat. Interaksi antarindividu sebagai hal penting dan memengaruhi hubungan sosial, kehidupan, dan mental masyarakat.