Tanpa sepengetahuan raja, keenam putri tersebut seringkali memperlakukan si bungsu dengan tidak baik. Mereka kerap meminta adiknya untuk melayani mereka.dan akan memukulnya jika menolak atau melakukan kesalahan.
Meskipun demikian, si bungsu enggan untuk melaporkan sikap buruk kakak-kakaknya kepada sang ayah karena merasa sangat takut.
Suatu hari, raja hendak melakukan kunjungan ke negeri tetangga selama dua bulan.
Agar kepemimpinan tak kosong, maka raja menunjuk putri bungsunya yang paling bersikap baik untuk sementara waktu menggantikannya memimpin kerajaan.
Mengetahui keputusan tersebut, keenam kakak si bungsu merasa begitu iri dan merencanakan perbuatan jahat. Keesokan harinya, si bungsu diajak oleh keenam kakaknya untuk mencari ikan dengan menggunakan rotan di sebuah gua.
Setibanya di gua, si bungsu dipersilakan untuk masuk terlebih dahulu dan keenam kakaknya mengikutinya dari belakang. Setelah sampai ke perut gua yang begitu gelap, si bungsu ditinggalkan begitu saja oleh keenam kakaknya.