Wujudkan Karya, Penyandang Disabilitas Butuh Kesempatan Bukan Belas Kasihan

Ihya Ulumuddin
Ahmadi pengandang disabilitas sedang menjahit kain untuk bahan tas. (IG @kantacraft)  

Pengalaman Titik itu menggugah kesadaran bahwa masih ada pijar semangat dari orang-orang kecil, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus untuk bangkit.

“Mereka (penyandang disabilitas) butuh bantuan dalam bentuk kesempatan dan akses pasar. Bukan iba dan rasa kasihan,” tuturnya.

Setelahnya, Titik juga mendapat berbagai penghargaan dari dalam negeri. Di antaranya Inspiring Award dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) tahun 2009 hingga Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Presiden Republik Indonesia tahun 2010.

Titik bangga atas berbagai penghargaan itu. Dia menilai, penghargaan bukanlah prestasi, melainkan pengakuan atas potensi yang dimiliki para penyandang disabilitas.

“Penghargaan ini untuk mereka,” ucapnya.

Perjuangan Titik memberdayakan penyandang disabilitas lewat Tiara Handicraft terus berbuah manis. Tiga tahun setelah forum di PBB, produk Tiara Handicraft sukses menembus pasar ekspor. Beberapa di antaranya Spanyol dan beberapa negara di Amerika Latin.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan di Bundaran Taman Pelangi Surabaya, Truk Penuh Muatan Terguling

57 tahun lalu

Viral Polisi Diadang Warga saat Tangkap Lansia Terduga Pencabulan Anak di Sampang

57 tahun lalu

Kebakaran di Surabaya, Lansia Pemilik Toko Ditemukan Tewas dalam Kamar Mandi

57 tahun lalu

Terekam CCTV! ART Baru 1 Bulan Gasak Emas dan Uang Dolar Majikan di Surabaya

57 tahun lalu

Geger! Perempuan asal Surabaya Ditemukan Tewas di Bawah Flyover Aloha Sidoarjo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal