Semua itu dilakukan Ahmadi secara mandiri. Dia hanya membutuhkan meja jahit yang lebih rendah agar bisa dijangkau karena kedua kakinya juga tumbuh tak sempurna.
“Saya senang bisa bekerja seperti orang normal. Saya juga tidak minder dengan keterbatasan ini,” kata laki-laki asal Jember itu, Kamis (25/4/2024).
Sebaliknya, dia justru mengaku minder bila tidak punya pekerjaan. Sebab, biasanya, profesi atau pekerjaan kerap ditanyakan saat dia berkumpul dengan teman atau keluarga.
“Saya memang punya keterbatasan. Tetapi karena bisa berkarya, tidak dipandang sebelah mata lagi,” katanya penuh percaya diri.
Bahkan karena potensinya itu, Ahmadi kerap mendampingi pemilik Tiara Handicraft, Titik Winarti mejadi pembicara di berbagai forum ekonomi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Selain menularkan ilmu tentang kerajinan, dia juga kerap diundang untuk memberikan motivasi di tengah keterbatasan.