Wujudkan Karya, Penyandang Disabilitas Butuh Kesempatan Bukan Belas Kasihan

Ihya Ulumuddin
Ahmadi pengandang disabilitas sedang menjahit kain untuk bahan tas. (IG @kantacraft)  

Titik bangga atas pencapaian mereka. Sebab, mereka survive lewat karya yang benar-benar bernilai. Bukan karena belas kasihan.

“Produk mereka dibeli karena memang berkualitas. Bukan karena mereka penyandang disabilitas,” tuturnya.

Penghargaan sebagai Pengakuan

Sukses Titik mencetak penyandang disabilitas terampil ini pula yang berbuah berbagai penghargaan. Pada tahun 2004 misalnya, Titik mendapat The Global Microentrepreneurship Award dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

Titik bahkan berksempatan berpidato tentang gagasan pemberdayaan kaum difabel di hadapan Sekjen PBB Kofi Annan saat itu.

Cerita Titik tentang pengalamannya memberdayakan penyandang disabilitas menggetarkan hati para hadirin. Bahkan, tak sedikit yang meneteskan air mata, termasuk Ratu Beatrix dari Belanda dan Ratu Sofia dari Spanyol yang ikut hadir di acara tersebut.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan di Bundaran Taman Pelangi Surabaya, Truk Penuh Muatan Terguling

57 tahun lalu

Viral Polisi Diadang Warga saat Tangkap Lansia Terduga Pencabulan Anak di Sampang

57 tahun lalu

Kebakaran di Surabaya, Lansia Pemilik Toko Ditemukan Tewas dalam Kamar Mandi

57 tahun lalu

Terekam CCTV! ART Baru 1 Bulan Gasak Emas dan Uang Dolar Majikan di Surabaya

57 tahun lalu

Geger! Perempuan asal Surabaya Ditemukan Tewas di Bawah Flyover Aloha Sidoarjo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal