Pemerintah, kata Faisal Basri, juga perlu dikoreksi, misalnya saat Menteri Keuangan menyajikan data kondisi Indonesia, lebih baik atau di peringkat tertinggi dibanding negara-negara di Asia lainnya. "Juga tidak benar jika Indonesia disebutkan sebagai negara paling baik. Pemerintah juga harus proporsional menyampaikan data," ucapnya.
Terkait dengan utang negara, lanjut Faisal, pemerintah juga harus transparan kepada publik. Tidak boleh ada yang ditutupi. "Berapa bunga hutang sesungguhnya. Termasuk, soal berapa untuk belanja barang, untuk bayar bunga hutang dan berapa sebagian untuk pembangunan infrastruktur," katanya.
Faisal berharap, pemahaman masyarakat atas fakta yang terjadi terhadap bangsa ini bisa menjadi pijakan untuk menentukan pilihan di Pilpres mendatang. Selain ekonom Faisal Basri, seminar #2019PilpresCeria juga menghadirkan pakar hukum tata negara Mahfud MD dan tokoh agama Ustaz Yusuf Mansur.
Menurut penggagas acara, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), kegiatan seminar dilakukan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat. Terutama dalam menghadpai Pilpres 2019. Sehingga masyarakat punya dasar untuk menentukan pilihan. "Ini menarik dan akan terus kita gelar setiap tanggal 17, sampai pelaksanaan Pilpres 2019," kata Wakil Gubernur Jatim ini.