JAKARTA, iNews.id - Bagi umat Islam yang lupa melafalkan niat Puasa Tasua dan Asyura pada malam hari, tidak perlu berkecil hati. Berbeda dengan puasa wajib, niat dua puasa sunnah di bulan Muharram ini ternyata boleh dilakukan pada pagi hari, asalkan memenuhi syarat tertentu yakni belum makan atu minum.
Puasa Tasua 9 Muharram ini dikerjakan sehari sebelum Puasa Asyura 10 Muharram untuk menyelisihi kaum Yahudi. Sedangkan Puasa Asyura merupakan ibadah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram.
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026, Lengkap Bacaan Niat dan Keutamaannya
Secara khusus, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan keutamaan puasa Asyura. Keutamaan yang masyhur dari puasa Asyura ini adalah dapat menghapus dosa selama setahun.
سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
Kapan Puasa Asyura 10 Muharram 2026? Cek Jadwal, Niat dan Keutamaannya
Artinya: Rasulullah ditanya mengenai puasa asyura, Nabi SAW menjawab, "Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa satu tahun yang lalu. (HR. Muslim).
Sedangkan dalil Puasa Tasua yang dilaksanakan tiap 9 Muharram disebutkan dalam hadits Nabi SAW.
صوموا يوم عاشوراء وخالفوا فيه اليهود وصوموا قبله يوما أو بعده يوما
Artinya: “Puasalah hari Asyura’ dan jangan sama dengan model orang Yahudi. Puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.” (HR. Ahmad, Al Bazzar).
Apakah Boleh Niat Puasa Tasua dan Asyura di Pagi Hari karena Lupa?
Niat puasa sunnah sebaiknya dilakukan malam hari berbarengan dengan makan sahur karena mengandung keberkahan. Namun, boleh juga membaca niat puasa di pagi hari jika terlupa atau terlewat hingga pagi hari selagi belum menyantap makanan maupun minum.
Ustadz Isnan Anshory MA dari Rumah Fiqih Indonesia menjelaskan, dalam fiqih niat itu harus sudah terpasang sejak semalam, batas paling akhirnya ketika fajar shubuh hampir terbit.
Namun para ulama sepakat bahwa ketentuan untuk berniat sejak sebelum terbitnya fajar hanya berlaku untuk puasa yang hukumnya fardhu, seperti puasa Ramadhan, puasa qadha’ Ramadhan, puasa nadzar dan puasa kaffarah.
Sedangkan untuk puasa yang bukan fardhu atau puasa sunnah, para ulama sepakat tidak mensyaratkan niat sebelum terbit fajar. Jadi boleh berniat puasa meski telah siang hari asal belum makan, minum atau mengerjakan sesuatu yang membatalkan puasa.