Suasana sempat memanas karena buruh memblokade akses menuju area perusahaan. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk protes atas tunggakan upah yang belum mereka terima selama tiga bulan.
Ketua FSPMI PT Pakerin, Eka Herawati, mengatakan para buruh berupaya menjaga aset perusahaan agar tidak keluar dari lokasi. Mereka meminta perusahaan lebih dulu menyelesaikan kewajiban kepada karyawan.
"Di dalam ada yang mau dijual dan sekarang itu lagi proses pemotongan atau mengeluarkan mesin ini," ujarnya, Senin (22/6/2026).
"Kenapa kami sampai aksi ini, karena kawan-kawan ini belum mendapat upah dari Januari sampai Maret sehingga dalam kesempatan ini kami mengamankan aset itu karena kawan-kawan ini belum mendapat upahnya," katanya lagi.
Eka menegaskan, aksi tersebut bukan bertujuan membuat kemacetan. Menurutnya, para buruh terpaksa memblokade agar perusahaan segera membayar upah pekerja yang tertahan selama tiga bulan.