Partai Fasis Pernah Lahir di Indonesia meski Hanya Seumur Jagung, Ini Kisahnya  

Solichan Arif
Foto : foto repro sumber Hitlers Griff nach Asien .

Pada pertengahan tahun 1924, Notonindito bertolak ke Berlin Jerman untuk melanjukan studi ekonominya dan meraih gelar Doktor pada November 1924. Tesisnya berjudul: Sedjarah Pendek Tentang Perniagaan, Peladjaran dan Indoestri Boemipoetra di Poelaoe Djawa".

"Sepulangnya ke Indonesia, dia membuka kantor di Pekalongan sambil merangkap sebagai anggota PNI," kata Wilson.

Notonindito pindah ke Bandung Jawa Barat. Namun di tanah Priangan itu kiprahnya justru tidak terlihat. Dia tiba-tiba menghilang dari panggung pergerakan. Pada tahun 1933, Partai Nazi memenangkan pemilu di Jerman.

Pada momentum yang sama, Notonindito kembali muncul di panggung pergerakan Indonesia. Dia mengusung gagasan Partai Fascist Indonesia dan merealisasikannya. Notonindito mengambil konsep kebangsaan sekaligus memakai kata "fasis". 

Kendati demikian dalam praktiknya, PFI berbeda dengan pembentukan partai fasis di Jerman. "Ide-idenya tidak bersumber pada Nazi, melainkan pada kebudayaan Jawa," kata Wilson dalam "Orang dan Partai Nazi di Indonesia".

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dikunjungi Dubes Boroujerdi, Jokowi Sampaikan Simpati ke Rakyat Iran

57 tahun lalu

Dubes Belanda Temui Jokowi di Solo, Bahas Apa?

57 tahun lalu

Kaleidoskop 2025: 10 Bencana Alam Paling Mematikan di Indonesia, Renggut Ribuan Jiwa

57 tahun lalu

Aceh Surati 2 Lembaga PBB, Minta Ikut Terlibat Pemulihan Pascabencana Banjir-Longsor

57 tahun lalu

Gelar Sholawat Kebangsaan, Menag: Indonesia Kuat karena Kerukunan Umat Terjaga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal