Masker juga akan didistribusikan pada pondok pesantren yang siap untuk menyambut santri untuk memulai kegiatan belajar dan mengaji. Total bantuan masker yang akan disalurkan ke sebanyak 464.182 buah untuk santri dan juga sebanyak 52.759 buah untuk ustaz dan ustazah.
Selain itu bantuan berupa tempat cuci tangan sebanyak 18.564 buah juga akan didistribusikan. Sebanyak 981.122 botol hand sanitizers untuk santri dan ustaz ustazah juga dikirimkan.
Agar pondok pesantren bisa selalu terjaga dari virus, Pemprov Jatim juga akan menyebar sprayer dan disinfektan. Penyemprotannya diharapkan akan dilakukan oleh warga sekitar melalui program cash for work.
Terakhir, para ustaz dan ustazah juga menerima bantuan sembako. Mereka adalah ustaz dan ustazah yang bermukim. Total ada sebanyak 44.845 orang.
"Bantuan ini kami rencanakan untuk mendukung penegakan protokol kesehatan. Agar setiap pesantren bisa melakukan persiapan untuk dimulainya proses belajar mengajar di pesantren," kata Khofifah.
Dia juga berharap dengan bantuan tersebut kegiatan belajar mengajar santri di pesantren bisa tetap terjaga dan aman dari penyebaran pandemi Covid-19.
Diketahui, sejumlah pesantren akan kembali memanggil para santri untuk kembali belajar dan melakukan aktivitas seperti semula. Kebijakan ini dilakukan menyusul rencana penerapan new normal di tengah pandemi.