Nasib Pilu Korban Tragedi Kanjuruhan, Kehilangan Kerjaan hingga Sang Ibu Berhenti Jualan

Avirista Midaada
Korban tragedi Kanjuruhan kehilangan pekerjaan (Avirista Midaada/MNC Portal)

Perempuan berusia 40 tahun ini mengakui jika selama di RSSA Malang selama 17 hari mendapat pelayanan kurang memuaskan ketika pindah dari ruangan ICU ke ruang rawat inap biasa.

Bahkan ketika hendak dipulangkan dari ruangan rawat inap pada 18 Oktober 2022 ia menolaknya. Penolakan itu bukan tanpa alasan, sebab anaknya saat itu masih mengalami demam, kejang - kejang, dan nyeri. 

"Pindah ke ruangan biasa, sudah beda perawatannya, hanya ditangani perawat. Obatnya hanya dikasih Paracetamol, itu kan seharusnya untuk panas, nggak tahu cuma satu obat saja. Terus seharusnya tanggal 18 (Oktober) harusnya sudah pulang, tapi masih panas dan kejang, minta mundur akhirnya penanganannya langsung anjlok," katanya.

"Penanganannya buruk tidak ditangani dokter spesialis sampai keluar, hanya dijanjikan oleh perawat - perawat, tidak pernah dikunjungi setelah itu, ya akhirnya pulang tanggal 23 Oktober itu," lanjutnya.

Dia berharap kasus tragedi Kanjuruhan segera diusut tuntas. Penetapan enam tersangka disebut Etik Karyati sangat tidak puas, sebab ada banyak petugas keamanan yang turut menembakkan gas air mata ke tribun dari video - video yang beredar.

"Sangat tidak puas, yang dicari seharusnya aparat - aparat yang nembak itu semuanya. Saya nggak tahu apa-apa, yang penting anak saya sembuh, yang nembak seharusnya tetap dihukum," katanya.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Duka Kloter 12 Malang, 2 Jemaah Haji Meninggal Dunia di Pesawat dan Bus

57 tahun lalu

Viral! Balap Liar Dibubarkan Warga di Malang, Motor Pelaku Dirusak dan Dibuang ke Sungai

57 tahun lalu

Polda Jatim Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi Probolinggo di Batu dan Pasuruan

57 tahun lalu

3 Jalur Alternatif Malang-Situbondo, Lengkap dengan Rute Aman dan Cepat Dilewati

57 tahun lalu

Rute Jalan Tol Jakarta Malang, Simak Rincian Tarif Terbaru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal