Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Duka Kloter 12 Malang, 2 Jemaah Haji Meninggal Dunia di Pesawat dan Bus
Advertisement . Scroll to see content

Nasib Pilu Korban Tragedi Kanjuruhan, Kehilangan Kerjaan hingga Sang Ibu Berhenti Jualan

Sabtu, 12 November 2022 - 04:31:00 WIB
Nasib Pilu Korban Tragedi Kanjuruhan, Kehilangan Kerjaan hingga Sang Ibu Berhenti Jualan
Korban tragedi Kanjuruhan kehilangan pekerjaan (Avirista Midaada/MNC Portal)
Advertisement . Scroll to see content

Sang ibu yang dulunya berjualan bubur ayam di depan rumah pun terpaksa menghentikan jualannya. Alasannya karena sang ibu ingin fokus merawat sang anak yang masih kerap kali mengeluh sakit di kakinya.

"Ya sudah nggak jualan lagi, selama anak sakit ini. Kalau suami kerja serabutan di luar kota. Makanya saya wira - wiri sendiri ya ke sana ke sini sendiri, yang penting anak saya sembuh," kata dia.

Kini satu-satunya pendapatan dan tumpuan hidup Etik hanyalah dari suaminya dan bantuan yang berdatangan. Apalagi sosok Dian Puspita sebenarnya juga merupakan tulang punggung keluarga, lantaran kedua adiknya juga masih duduk di bangku SMA dan SMP. Tentu kehilangan pekerjaan membuat perekonomian keluarga Etik sedikit tergoncang.

"Kalau bantuan sudah ada, kemarin pengobatan juga gratis, tapi sekarang nggak kerja sebenarnya dia tulang punggung keluarga juga, adik-adiknya masih sekolah  ini mau jualan juga nggak bisa, untuk keseharian masih bingung," katanya.

Etik menyebut anaknya masih menjalani rawat jalan dan kontrol di RSSA Malang, namun ia merasa kurang puas dengan pelayanan di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur ini.

Apalagi ingatan anaknya belum pulih, tetapi dokter tidak mendiagnosanya adanya cedera di kepala. Hal inilah yang membuat Etik punya sebersit keinginan untuk membawa Dian berobat ke rumah sakit swasta.

"Kemarin itu mau kontrol ribet disuruh ngurus minta surat kelurahan, suruh minta surat rujukan dari puskesmas, padahal seharusnya datanya sudah ada, rekam medisnya juga di sana (di RSSA Malang), pengen pindah yang langsung penanganan, katanya uangnya diganti sama Dinkes, tapi kita belum punya surat (dari Dinkes Kota Malang), makanya mau saya bawa ke luar mikir juga," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut