Misteri Naskah Proklamasi Tulisan Sutan Sjahrir yang Batal Dibacakan Soekarno

Solichan Arif
Sutan Sjahrir pernah menulis naskah teks Proklamasi Kemerdekaan RI namun batal dibacakan Soekarno. (Foto: Ist)
Sjahrir bersama Soekarno dan Hatta. (Foto: ist)

Sjahrir seketika kecewa sekaligus marah kepada Soekarno. Lalu bagaimana dengan teks Proklamasi Kemerdekaan yang sudah ditulisnya? 

Kepada peneliti asing George Kahin pada 15 Februari 1949, Sjahrir mengatakan, seingatnya teks proklamasi kemerdekaan itu diketik dengan panjang 300 kata.

Isi teks menggambarkan penderitaan rakyat di bawah pemerintahan Jepang dan sekaligus untuk menyatakan rakyat Indonesia menolak menjadi barang inventaris yang diserahkan dari tangan pemerintahan kolonial satu ke tangan pemerintahan kolonial yang lain.       

Teks dirancang tidak untuk mengisolasikan unsur-unsur pro Jepang, tetapi untuk membangkitkan rakyat. “Teks itu, menurut Sjahrir adalah anti-Jepang bukan anti-Belanda,” tulis Rudolf Mrazek dalam 'Sjahrir Politik dan Pengasingan di Indonesia'.

Dalam perjalanannya, teks proklamasi kemerdekaan karangan Sjahrir lantas tidak jelas nasibnya. Sutan Sjahrir sendiri tidak menyimpan salinannya.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mengenal Keroncong, Musik Kesukaan Bung Karno yang Dipromosikan hingga ke Mancanegara

57 tahun lalu

Sambut Kirab Bendera Pusaka, Warga dan Pelajar di Balikpapan Tumpah Ruah ke Jalan

57 tahun lalu

Monumen Kebulatan Tekad di Rengasdengklok Karawang, Abadikan Sejarah Kemerdekaan Indonesia

57 tahun lalu

Momen Haru Pertemuan Soekarno dan Musso sebelum Pemberontakan PKI, Ada Pelukan dan Air Mata

57 tahun lalu

Kisah Sepak Terjang Soebandrio, Kepala BIN era Soekarno yang Untungkan PKI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal