Misteri Naskah Proklamasi Tulisan Sutan Sjahrir yang Batal Dibacakan Soekarno

Solichan Arif
Sutan Sjahrir pernah menulis naskah teks Proklamasi Kemerdekaan RI namun batal dibacakan Soekarno. (Foto: Ist)

Dia menyampaikan informasi gembira itu kepada Soekarno dan Bung Hatta, namun keduanya masih belum percaya sepenuhnya.

Bersama dengan Subardjo, Bung Karno dan Bung Hatta mengonfirmasi kebenaran kabar Sjahrir kepada Laksamana Maeda. Jawaban Maeda tidak jelas, dengan alasan belum mendapat konfirmasi resmi.

Gedung tempat bersejarah Proklamasi Kemerdekaan (Foto: Mitra Museum Jakarta)

Maeda meminta sabar menunggu. Petinggi Angkatan Laut Jepang itu juga menganjurkan Soekarno dan Hatta bekerja seperti biasa di PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

“Soekarno maupun Hatta tampak gelisah dan terguncang serta kecewa,” kata Benedict Anderson dalam Java in a Time of Revolution.

Pada 15 Agustus 1945 Sjahrir sudah tidak sabar. Dia mendesak Proklamasi Kemerdekaan segera dibacakan.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mengenal Keroncong, Musik Kesukaan Bung Karno yang Dipromosikan hingga ke Mancanegara

57 tahun lalu

Sambut Kirab Bendera Pusaka, Warga dan Pelajar di Balikpapan Tumpah Ruah ke Jalan

57 tahun lalu

Monumen Kebulatan Tekad di Rengasdengklok Karawang, Abadikan Sejarah Kemerdekaan Indonesia

57 tahun lalu

Momen Haru Pertemuan Soekarno dan Musso sebelum Pemberontakan PKI, Ada Pelukan dan Air Mata

57 tahun lalu

Kisah Sepak Terjang Soebandrio, Kepala BIN era Soekarno yang Untungkan PKI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal