Kisah Intel Soeharto Perdayai Agen Uni Soviet KGB di Indonesia

Solichan Arif
Foto paspor Petrov alias Houdini sekitar tahun 1972 (foto : repro)

Tim ini dipimpin oleh Kolonel Nikolai Khakalin, rezident GRU yang berkedok Atase Pers Senior,” tulis Ken Conboy. Melalui pasokan informasi Petrov, Satsus Intel mengetahui banyak hal terkait infiltrasi (penyusupan) mata-mata Soviet di tubuh militer Indonesia.

Dari laporan Petriov, Satsus Intel tahu GRU telah berhasil merekrut seorang letnan angkatan udara produktif yang bertugas di bagian teknik. Terungkap juga adanya agen yang menduduki posisi penting di Pangkalan Angkatan Laut Surabaya.  

Diketahui bahwa perekrut ulung di tubuh militer Indonesia itu bernama Vladimir Abromov. Abromov yang berumur 48 tahun merupakan salah satu dari sepuluh orang kontingen GRU yang datang ke Indonesia bersama Petrov.

Abromov juga berhasil merekrut Yamin, seorang karyawan sipil berumur 31 tahun yang bekerja di Markas Besar Angkatan Laut Indonesia. Yamin yang mendapat upah cukup besar tiap bulan, melibatkan istrinya.

Dari Abromov terungkap juga sejumlah sandi yang menjadi kebiasaan mata-mata Soviet. Bagaimana mereka suka memakai kode lampu dim mobil untuk mengirim pesan agen lain yang menanti di trotoar.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sesepuh Pesantren Buntet Cirebon Dukung Penuh Gelar Pahlawan Nasional Soeharto

57 tahun lalu

Nama-Nama 7 Tokoh Asal Jateng Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

57 tahun lalu

Soeharto Disebut Penuhi Syarat jadi Pahlawan Nasional, Ini Respons Mensos

57 tahun lalu

Sejarah Astana Giribangun, Makam Soeharto dan Ibu Tien di Lereng Gunung Lawu Karanganyar

57 tahun lalu

Layakkah Soeharto Jadi Pahlawan Nasional? Ini Analisis Sejarawan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal